BLEKENPING

Blog kecil-kecilan.


Thanks 2016. Hai 2017!

2016 bagi saya adalah tahun yang benar-benar naik turun, turunnya terjal sekali, kalau saya boleh tambahkan.

13 Januari 2016. Saya kehilangan seseorang yang sangat saya cintai. Seorang pahlawan, panutan dan adalah satu-satunya laki-laki yang saya percaya yang menjadi tempat saya curhat, orang kedua yang selalu saya cereweti setelah mama. Orang itu adalah kakek saya. Meninggalnya kakek adalah kehilangan terberat dalam hidup saya sampai saat ini.

Setelah kakek nggak ada, banyak juga masalah yang ada-ada saja muncul di rumah. Bahkan masalah itu sampai membuat saya dan adik saya harus bolak-balik Jawa Makassar dan meninggalkan sebentar sekolah dan kuliah.

Oh ya, dan tahun ini juga adalah pertama kalinya saya merayakan hari raya Idul Fitri tanpa mama dan kakek. Dua orang yang paling saya cintai di dunia. Jadi, lebaran kemarin sukses berjalan dengan penuh air mata.

IP semester 2 turun dari semester 1 dan ada nilai C di KHS saya. Mama dan bapak kecewa, ayah juga kecewa dan marah sekali.

Dan semester tiga yang saya jalani kemarin ini rasanya juga benar-benar menyedihkan. Saya terlalu banyak mengambil jatah absen, saya kurang yakin dengan hasil UTS, dan saya juga mendapat kelas dengan dosen-dosen yang terkenal pelit nilai.

Ya itu adalah sedikit masalah besar menurut saya yang terjadi di hidup saya pada 2016. Tapi pastinya kesedihan saya itu gak ada apa-apanya dari saudara-saudara kita di luar sana yang harus menghadapi perang, bencana alam, kekalahan dan kehilangan hebat. Dan benar memang kalau setiap orang diberi cobaan oleh Allah sesuai kemampuannya masing-masing.

Dan setelah dipikir-pikir, rasanya saya diupgrade di tahun 2016. Cobaan-cobaan itu akhirnya toh bisa saya lewati dan bisa saya ambil pelajaran darinya.

Saya bisa ikhlas menerima kakek yang diambil lagi oleh Yang Maha Memiliki. Saya Diingatkan lagi kalau saya gak pernah benar-benar mempunyai. Semua adalah milik Allah dan akan kembali lagi kepadaNya.

Saya diberi tau satu dua masalah yang butuh kesabaran dan kedewasaan untuk melaluinya. Belum, cara pikiran saya belum dewasa, masih sering kekanak-kanakan. Tapi setidaknya saya tau dan saya bisa belajar. Ini tidak akan saya lakukan dan itu akan saya lakukan di masa depan. Oh ya dan masalah yang saya dan keluarga saya hadapi kemarin pun akhirnya terselesaikan juga. Hikmahnya lagi, saya jadi bisa menginjak tanah Makassar lagi setelah kira-kira 6 tahun terakhir.

Dan IP semester 3 yang saya khawatirkan ini semoga masih bisa saya perbaiki dengan nilai UAS nanti. Saya harus lebih giat belajar agar bisa mengerjakan UAS. Semoga bisa!

Agar tidak pahit-pahit sekali, saya tambahkan gulanya. Jadi, 2016 juga memberi beberapa pengalaman menarik bagi saya. Singkatnya, saya pertama kali ikut kepanitiaan nasional di EXPO KMI 2016 dan mendapat pengalaman menjadi LO untuk Universitas Padjadjaran. Saya bersama Dian dan Tomo mendapat juara 1 dalam kompetisi BEYOND 2016. Saya jalan-jalan ke banyak pantai di Malang. Saya tau dan menginap di kosan mbak Pit di Surabaya. Saya punya teman sekamar, Dian, yang luar biasa memotivasi saya. Dan saya 100% sudah move on!

Jadi, selamat tinggal ya 2016. Terima kasih untuk pahit manisnya.

Dan Hai 2017, semoga saya bisa belajar banyak dan menjadi pribadi yang lebih baik untuk bisa bermanfaat bagi sesama manusia dan lingkungan di mana saya berada.



Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai