Ada beberapa hal yang benar-benar ingin saya tulis belakangan ini. Tapi hanya berhenti sampai di tahap ingin saja. Saat ini, malam ini saya benar-benar menulis sesuatu. Sayangnya, temanya adalah kesedihan :”) Saya harap dengan menuliskannya di blog ini akan mengurangi rasa nyeseknya.
Pernah tidak merasa udah melakukan yang terbaik, tapi di saat yang sama merasa itu semua belum cukup?
Pernah tidak punya keinginan untuk menjadi manfaat, tapi malah memberi masalah ke orang lain?
Pernah tidak merasa menjadi orang yang bisanya hanya ngomong, gak ada aksi?
Saya merasa seperti itu, di titik ini. Dan perasaan-perasaan itu membuat saya merasa sedih dan useless.
Apa kata maaf akan memperkeruh suasana? Karena maaf ini nantinya akan menjadi yang ke n kalinya. Karena kesalahan yang terus-menerus terulang dari saya yang pelupa.
Oh God. How I hate myself rightnow.
Im so sorry…
So sorry for everything that didn’t work well…
Maaf karena banyak merepotkan dan sering mengecewakan.
…
Pertanyaan sekarang datang dari diri saya sendiri. Saya kini introspeksi, kenapa bisa sesedih ini…
Semua amanah ini.. sudahkah saya niatkan lillahi taala?
Sudahkah saya melibatkan Allah atas setiap pikiran dan gerakan saya?
Kapan terakhir sama telfon mama, bapak dan ayah?
Jangan-jangan saya sudah terlena dan menjadi sombong.
Astaghfirullah…
Bagaimana bisa, padahal teman-teman dengan amanah yang sama selalu baik, selalu ada, selalu menuntun kepada kebaikan.
Semangat! I am not alone. I have Allah, my family, my friends, my team. Insyaallah bisa!
Don’t be sad, Dinda. La tahzan innallaha ma’ana.

Tinggalkan komentar