Saya memutuskan menyapih kindi di usianya 23 bulan. Sebelum disapih, kindi minum ASI 5-10 kali setiap hari. Dia juga seringnya harus minum ASI sebelum tertidur.
Mulai sounding ke kindi sejak usianya 20 bulan. Semoga perjalanan menyapih ini bisa kami lewati dengan damai.
14/8/2023
Sejak kindi bangun tidur, saya sudah tidak memberinya ASI. Saya membalurkan sedikit pasta gigi di payudara lalu menyampaikan ke kindi bahwa dia tidak bisa minum ASI. Kindi yang melihat payudara saya langsung tidak mau. Mungkin dari aromanya juga berbeda. Saya lega tidak ada drama pagi itu.
Siangnya saya ajak kindi beraktivitas dengan bermain bersama teman temannya. Sedikit sedikit saya tawarkan air putih. Waktu tidur siang, dia sedikit rewel, menangis sampai tertidur.
Sore hari, saya dan ayahnya membawa kindi jalan sore naik motor. Kindi tertidur di tengah jalan :”)
Kindi terbangun sekitar pukul sembilan malam. Saya berikan air putih setiap kali dia bangun. Malam ini dia tidak rewel meski terbangun beberapa kali. Good job, sayangnya bunda!
15/08/2023
Kindi sesekali masih meminta ASI. Tidur siang tanpa drama. Drama dimulai saat malam ketika dia terbangun. Hari ini dia marah, tantrum cukup lama, saya serba salah. Digendong minta turun. Diturunkan minta gendong. Menolak minum air putih.
16/08/2023
Kindi bangun jam tiga subuh dan tidak tidur lagi sampai pagi. Dia sudah tidak pernah minta ASI saat siang. Kindi jadi lebih banyak ngemil dan lebih sensitif atau mudah marah :”)
Saya berhenti mengoleskan pasta gigi.
21/08/2023
Satu minggu setelah menyapih. Kindi sudah tidak pernah minta ASI. Untuk tidur, saya hanya mengelus badannya dan bercerita. Jika dia terbangun malam, saya berikan air putih atau saya gendong sebentar. Tidurnya lebih pulas. Tapi bangunnya jadi lebih awal.
Alhamdulillah.
Saya lega sekali kami bisa melalui ini.
Tinggalkan komentar